WELCOME

 Website ini sebagai Wadah menjalin tali silaturahmi, Berbagi Informasi Dan Ajang Promosi Usaha


maah-rwWebsite berisikan informasi umum, jurnal kegiatan yang telah, akan atau sedang berlangsung di Lingkungan Rw.
03 juga informasi di Kelurahan Setu dan saling berbagi informasi sekitar warga serta sebagai media pembelajaran akan beroganisasi kemasyarakatan dilingkungan terkecil.

Mau lihat Rencana dan Perkembangan Pembangunan >>klik disini

*

banner_rokok

bnr_flue_burung


Iklan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Di Masjid Al-Hikmah Hidayah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Al-Hikmah Hidayah tanggal 10 Februari 2017, mengangkat tema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Kebhinekaan Dalam Rangka Ukhuwah Wathoniyah”. Perayaan Maulid kali ini bekerjasama dengan Majelis Ta’lim Nurul Fajri.

Hadir pada kesempatan ini para Habib dan ulama, diantaranya  Habib Abdurrahmad bin Ahmad Assegaf, Habib Agil Assegaf, para Ulama di Kelurahan Setu, RW dan Ketua RT, Lurah Setu, Camat Cipayung, Kepolisian Cipayung, dan seluruh warga RW03 kelurahan  Setu.

maulidmaulid1maulid2maulid3bang-madit

Perayaan Maulid Nabi diisi dengan ceramah agama, oleh KH H Muhammad Matis, AL-Habib Abdurrahman Bin Ahmad Assegaf, dan Para Ulama lainnya. Dimana isi ceramah menyinggung masalah hubungan antara Ulama, Agama dan Negara, negara akan menjadi kuat apabila bersatu dengan ulama. Sejarah membuktikan peran ulama dalam memperjuangkan keutuhan NKRI. Pada jaman sekarang ini diperlukan persatuan umat muslim untuk menjadi keutuhan negara.

Perayaan Maulid diakhiri dengan doa bersama dengan dilanjutkan acara ramah tamah, makan kebuli bersama sebagai lambang persatuan umat.

Kegiatan PSN RT008 RW03

Hari ini kegiatan PSN Tanggal 10 Februari 2017 dipusatkan di RT008 RW03, Hadir pada kesempatan ini Bapak Lurah Setu beserta Staff, Bapak Ketua RW03, Bapak Ketua Rt008, Beserta Seluruh Kader Jumantik.

jumantikjumantik1jumantik2jumantik3jumantik4

Sejarah berdirinya RT dan RW

rw3

Pengurus RT dan RW di Setu

Tulisan 1 X 24 jam tamu wajib lapor berikut alamat RT dan RW selalu ada di depan rumah. RT dan RW sudah sangat mengental dalam kehidupan kita, tentu semua pasti tahu RT dan RW atau Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Tapi tahukah anda kapan berdirinya RT dan RW? Baiklah kami akan jelaskan bagaimana terbentuknya RT dan RW di Indonesia.

Pada tahun 1940 pemerintah Jepang dimana jepang melakukan expansi besar-besaran di Asia,membentuk sistem pemerintahan terkecil masyarakat yang diterapkan di Kekaisaran Jepang dan di beri nama Tonarigumi. Secara bahasa Tonari artinya Tetangga dalam bahasa Jepang, sedangkan Gumi artinya kelompok. Satu Tonarigumi terdiri dari 10 sampai 20 keluarga, saat itu di Jepang terdapat 1.200 Tonarigumi. Tidak hanya di Jepang saja sistem itu diterapkan tapi juga diterapkan didaerah yang dikuasainya seperti Manchuria, Korea dan Formosa(Taiwan).

Konsep Tonarigumi sebetulnya sudah lama ada di Jepang pada masa Tokugawa. Kala itu masyarakat terbagi atas beberapa desa yang disebut Buraku. Setiap buraku terdiri dari 50 sampai 100 keluarga. Sistem ini kemudian ditiadakan setelah restorasi Meiji pada tahun 1868 dan dihidupkan kembali saat Jepang menghadapai perang Asia Timur Raya.

Pada tahun 1942 Jepang melakukan expansi kekuasaannya ke Pasifik dan Asia tenggara, termasuk Hindia Belanda ( Indonesia ). Hindia Belanda menyerah kepada Jepang dan Jepang membagi Wilayah kekuasaan Hindia Belanda menjadi tiga Bagian : diwilayah Sumatera dibawah kekuasaan pasukan ke 25, Jawa dan Madura dibawah pasukan ke 16, serta Kalimantan dan wilayah timur dibawah Armada Selatan Kedua Jepang.

Di Jawa pemerintah Jepang mengadakan perombakan birokrasi pemerintahan secara menyeluruh. Awalnya Jawa dibagi menjadi tiga bagian :Divisi dua dari tentara ke 16 berada di wilayah barat, Divisi 48 di wilayah timur, serta markas besar tentara ke 16 menguasai wilayah Jakarta dan Vorstenladen(Jogya solo). Karena Tentara Jepang pada sat itu tidak siap akhirnya wilayah tersebut dilebur menjadi satu dibawah komando Jenderal Imamura. Pada saat yang sama Jepang melakukan ekspansi birokrasi dengan mengangkat Kepala Desa sebagai satuan Administrasi terkecil dalam Pemerintahan.

Ternyata Sistem Desa itu tidak memadai untuk mengontrol wilayah secara menyeluruh sebaaimana yang diinginkan pemerintahan militer Jepang. Pada tanggal 11 Januari 1944, pemerintahan militer Jepang mengimplementasikan apa yang dikenal dengan Tonarigumi di wilayah-wilayah kekuasaannya di Jawa . Setiap Tonarigumi  terdiri dari 10 sampai 20 keluarga, dan wajib mengadakan rapat berkala yang dinamakan Jokai. Tonarigumi berfungsi menjaga keamanan bersama Keibodan(organisasi keamanan), menjadi jalur informasi kebijakan pemerintah, dan distribusi komoditas, meningkatkan produksi dan penyerahan padi, hingga mengorganisir kegiatan gotong royong dikalangan penduduk. Belakangan Tonarigami juga berperan dalam pengiriman Romusha ke wilayah lain.

Setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia ternyata sistem Tonarigumi diadopsi oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan nama Rukun Tetangga. Pada masa demokrasi terpimpin sistem ini berperan dalam mengontrol masyarakat, mengorganisir alur informasi pemerintah, serta mendukung operasi militer.Pada masa orde baru pemerintah memanfaatkan sistem ini juga untuk mengontrol keamanan seperti masa-masa sebelumnya, bahkan sampai pada tujuan politik yang berkuasa.

Hingga saat ini sistem RT/RW masih dijalankan dan mempunyai fungsi administratif terkecil. Program gotong royong dan siskamling yang dulu digunakan pada masa lalu mulai tidak populer terutama dikota besar seperti Jakarta.Itulah jejak kehidupan masa lalu kita yang saat ini masih menjadi bagian dari hidup kita, bagaimanapun sejarah tetap melekat pada kehidupan kita saat ini.

Musrembang Kelurahan Setu 2017

Musrembang Kelurahan merupakan acara rapat rutin tahunan dimana sebelumnya sudah diadakan Musrembang tingkat RW, Jadi Musrembang tingkat Kelurahan merupakan lanjutan dari Musrembang RW. Pada Musrembang Kelurahan tidak ada usulan kegiatan baru atau tambahan yang ada hanya menegaskan perlu tidaknya usulan itu ditindak lanjuti.

Hadir pada kesempatan kali ini Walikota Jakarta Timur yang di wakili oleh Bapak Arison Jaya, Lurah Setu,Suku  Dinas Binamarga, Suku Dinas Tata air, Suku Dinas Perhubungan, Suku Dinas Penerangan Jalan Umum, Suku Dinas Kebersihan, Para Ketua RW sekelurahan Setu, PKK, Karang Taruna, PNPM Mandiri Perkotaan dan Tokoh Masyarakat.Adapun untuk usulan Pembangunan RW03 sebanyak 9 item pekerjaan yang diusulkan dan ditindak lanjuti diantara :

  1. Jl Kramat Aris RT007/03, pembangunan saluran(tepi jalan)/ Sudin Bina Marga
  2. Jl. Reformasi RT005/03, Jalan rusak berlubang/ Sudin Bina Marga
  3. Jl. Raya Setu gg bancil RT008/03 Jalan rusak dan sebagian masih tanah/ Sudin Bina Marga
  4. Jl Lingkungan RT007/03 jalan rusak dan becek/ Sudin Bina Marga
  5. Jl Puskesmas RT006/03 Saluran rusak / Sudin Bina Marga
  6. Gg Sian RT002/03 jalan rusak dan berlubang / Sudin Bina Marga
  7. Jl. Sanim RT007/03 Jalan rusak dan berlubang / Sudin Bina Marga
  8. Jl. Macho Rt007/03 jalan rusak dan berlubang/ Sudin Bina Marga
  9. jl.Puskesmas RT006,003,004,007/03 jalan rusak/ Sudin Bina Marga.

Renja Kelurahan Setu

Renja Kelurahan Setu adalah rencana kerja Lurah Setu tahun 2017. Renja kelurahan terdiri dari 15 item program kerja kelurahan Setu. Renja Kelurahan Setu dapat dilihat di sini

musrembang6

Penanda Tanganan Berita Acara

 

Acara Rapat Musrembang diakhiri dengan penanda tanganan berita acara oleh Para Ketua RW, Karang Taruna, Kepala Suku Dinas , Lurah Setu, Camat Cipayung, Walikota Jakarta Timur dan PNPM Mandiri perkotaan.

Foto Bersama

musrembang7

(agus/doc.)

 

Rencana Pembangunan Masjid Al Hikmah Hidayah

Masjid Al Hikmah Hikmah Hidayah yang terletak di Jl. Raya Setu RT008 RW03 merupakan mesjid yang pertama berdiri di lingkungan RW03. Mesjid ini merupakan wakaf dari Almarhum Haji Abdullah yang melihat pada jaman dahulu sangat susah orang untuk beribadah terutama untuk iibadah sholat jum,at. Walaupun sudah ada mesjid lain di lingkungan RW03 tetapi sejarah mesjid ini tidak bisa dilupakan oleh segenap warga, karena mesjid ini adalah mesjid pertama yang pernah ada hingga saat ini.

Sesuaidengan perkembangan Jaman dan makin banyaknya jemaah masjid sehingga tidak lagi dapat menampung jemaah, maka pengurus masjid berencana melakukan rencana pembangunan mesjid hingga mencapai ribuan jemaah.

Untuk pembangunan masjid ini diharapkan partisipasi warga RW03 dan masyarakat pada umumnya, baik partisipasi secara moril dan materil. Bagi warga yang ingin berpartisipasi dapat langsung nendatangi sekretariat masjid Al Hikmah Hidayah Jl. Raya Setu RT008 RW03 Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung Jakarta Timur.

Berikut ini adalah gambar rancangan pembangunan Masjid Al Hikmah Hidayah(agus/do)

mesjidmesjid1mesjid2mesjid3mesjid4mesjid5

Peringatan Maulid Nabi

Acara pengajian dalam Rangkai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Diadakan di RT 005/RW003 Pada Tanggal 4 Februari 2017.

Dalam Sambutannya Pak RW Maah Setiawan berpesan kepada warga agar selalu rukun dan damai , dan senantiasa menjadikan Nabi sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari.

pengajianrt5 pengajianrt51 pengajianrt52 pengajian-rt53

Posyandu RW003 Kelurahan Setu

Posyandu Pos Pelayanan terpadu Rw003  (Posyandu Melati 1) kelurahan Setu Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Tanggal 25 Januari 2017.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Definisi Posyandu adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing petugas terkait. (Departemen Kesehatan RI. 2006).

Tujuan Posyandu
Tujuan posyandu antara lain:

  • Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.
  • Membudayakan NKBS
  • Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
  • Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.

Kegiatan Pokok Posyandu

  1. KIA
  2. KB
  3. Imunisasi
  4. Gizi
  5. Penanggulangan diare

Pelaksanaan Layanan Posyandu
Pada hari buka posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 meja yaitu:

  • Meja I : Pendaftaran
  • Meja II : Penimbangan
  • Meja III : Pengisian KMS
  • Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS
  • Meja V : Pelayanan kesehatan berupa:
  1. Imunisasi
  2. Pemberian vitamin A dosis tinggi.
  3. Pembagian pil KB atau kondom.
  4. Pengobatan ringan.
  5. Konsultasi KB.

Petugas pada meja I dan IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan meja V merupakan meja pelayanan medis.

Keberhasilan Posyandu
Keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN.
S  : Semua balita di wilayah kerja posyandu.
K : Semua balita yang memiliki KMS.
D : Balita yang ditimbang.
N : Balita yang Berat Badannya naik
Keberhasilan Posyandu berdasarkan:

D Æ Baik/ kurangnya peran serta masyarakat.
N Æ Berhasil tidaknya program posyandu.

Kegiatan Posyandu

1. Jenis Pelayanan Minimal Kepada Anak
Penimbangan untuk memantau pertumbuhan anak, perhatian harus diberikan khusus terhadap anak yang selama ini 3 kali  tidak melakukan penimbangan, pertumbuhannya tidak cukup baik sesuai umurnya dan anak yang pertumbuhannya berada di bawah garis merah KMS.

Pemberian makanan pendamping ASI dan Vitamin A.

Pemberian PMT untuk anak yang tidak cukup pertumbuhannya (kurang dari 200 gram/ bulan) dan anak yang berat badannya berada di bawah garis merah KMS.

Memantau atau melakukan pelayanan imunisasi dan tanda-tanda lumpuh layu.

Memantau kejadian ISPA dan diare, serta melakukan rujukan bila perlu.

2. Pelayanan Tambahan yang Diberikan

  • Pelayanan bumil dan menyusui.
  • Program Pengembangan Anak Dini Usia (PADU) yang diintegenerasikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan kelompok bermain lainnya.
  • Program dana sehat atau JPKM dan sejenisnya, seperti tabulin, tabunus dan sebagainya.
  • Program penyuluhan dan penyakit endemis setempat.
  • Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman.
  • Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD).
  • Program diversifikasi pertanian tanaman pangan.
  • Program sarana air minum dan jamban keluarga (SAMIJAGA) dan perbaikan lingkungan pemukiman.
  • pemanfaatan pekarangan.
  • Kegiatan ekonomis produktif, seperti usaha simpan pinjam dan lain-lain.
  • Dan kegiatan lainnya seperti: TPA, pengajian, taman bermain.

Manfaat Posyandu
Posyandu memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, KB, imunisasi, gizi, penanggulangan diare.

1. Kesehatan ibu dan anak

Ibu:  Pemeliharaan kesehatan ibu di posyandu, Pemeriksaan kehamilandan nifas, Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah, Imunisasi TT untuk ibu hamil.

Pemberian Vitamin A: Pemberian vitanin A dosis tinggi pada bulan Februari dan Agustus (Bagian Kependudukan dan Biostatistik FKM USU. 2007). Akibat dari kurangnya vitamin A adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. (Dinas Kesehatan RI. 2006: 95)

Penimbangan Balita: Penimbangan balita dilakukan tiap bulan di posyandu (Dinas Kesehatan RI. 2006: 95). Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari   data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita (Dinas Kesehatan RI. 2006: 54), apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.

KMS adalah kartu untuk mencatat dan memantau pekembangan balita dengan melihat garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan pada KMS dapat diketahui status pertumbuhan anaknya.

Kriteria Berat Badan balita di KMS:

Berat badan naik :

Berat badan bertambah mengikuti salah satu pita warna, berat badan bertamabah ke pita warna diatasnya.

Berat badan tidak naik :

Berat badanya berkurang atau turun, berat badan tetap, berat badan bertambah atau naik tapi pindah ke pita warna di bawahnya.

Berat badan dibawah garis merah
Merupakan awal tanda  balita gizi buruk Pemberian makanan tambahan atau PMT, PMT diberikan kepada semua balita yang menimbang ke posyandu. (Departemen Kesehatan RI. 2006: 104)

2   Keluarga Berencana
Pelayanan Keluarga Berencana berupa pelayanan kontrasepsi kondom, pil KB, dan suntik KB.

3   Imunisasi
Di posyandu balita akan mendapatkan layanan imunisasi.

Macam imunisasi yang diberikan di posyandu adalah

  • BCG untuk mencegah penyakit TBC.
  • DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus.
  • Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
  • Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning).

4   Peningkatan Gizi
Dengan adanya posyandu yang sasaran utamanya bayi dan balita, sangat tepat untuk meningkatkan gizi balita (Notoadmodjo, Soekidjo. 2003: 205). Peningkatan gizi balita  di posyandu yang dilakukan oleh kader berupa    memberikan penyuluhan tentang  ASI, status gizi balita, MPASI, Imunisasi, Vitamin A, stimulasi tumbuh kembang anak, diare pada balita (Dinas Kesehatan RI. 2006: 24).

5   Penanggulangan diare
Penyediaan oralit di posyandu (Dinas Kesehatan RI. 2006: 127). Melakukan rujukan pada penderita diare yang menunjukan tanda bahaya di Puskesmas. (Departemen Kesehatan RI. 2006: 129). Memberikan penyuluhan penggulangan diare oleh  kader posyandu. (Departemen Kesehatan RI. 2006: 132)
Pengertian Posyandu

Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kedatangan Ibu di Posyandu:

  • Pengetahuan ibu tentang manfaat posyandu.
  • Motivasi ibu untuk membawa anaknya ke posyandu
  • Pekerjaan iu
  • Dukungan dan motivasi dari kader posyandu dan tokoh masyarakat
  • Sarana dan prasarana di posyandu
  • Jarak dari posyandu tersebut